Panduan Shalat Doa Terlengkap

Tata Cara Bacaan Doa Niat Puasa Sunat Bulan Syawal

Niat Puasa Sunat Bulan Syawal - Bulan Syawal adalah bulan yang sangat dinantikan oleh segenap umat muslim yaitu hari idul fitri yang merupakan hari kemenangan umat muslim di seluruh dunia. Pada hari ini kita di sunnahkan memperbanyak membaca tahmid, takbir dan tahlil sebagai tanda mengagungkan kita pada sang khaliq.

Pada hari pertama bulan syawal kita diharamkan untuk berpuasa baik itu fardhu ataupun sunat karena pada hari idul fitri ini adalah sebuah keistimewaan dari Alloh untuk semua umat muslim. Namun pada hari berikutnya kitapun di sunnahkan untuk berpuasa 6 hari dan alangkah baiknya dilaksanakan pada tanggal 2-7 syawal.

Jika pada tanggal tersebut kita tidak bisa melaksanakan puasa sunnah maka pada tanggal berikutnya masih bisa kita malakukannya asalkan masih di bulan syawal. Lalu apa keistimewaan puasa sunat syawal...? Nabi bersabda bahwa puasa ramadhan itu pahalanya sama seperti puasa 1 tahun atau 1 hari berbanding 10 pahala kebaikan.


Mari kita buktikan, jika puasa ramadhan adalah 30 hari maka 30x10=300 hari, sedangkan 1 tahun itu 360 hari kalau dalam hitungan bulan hijriyyah, dengan demikian maka puasa 6 hari di bulan syawal adalah sebagai pelengkap maka 6x10=60 hari. Jadi 360 hari. Nah inilah rahasia disunatkannya puasa sunat 6 hari bulan syawal

Niat Puasa Sunat Bulan Syawal

نَوَيْتُ صَـــوْمَ غَــدٍ عَـنْ ِستَـةٍ ِمنْ شَـوَّالَ سُنَـــةً ِللَه تَعَالَي

NAWAITU SHAUMA GHADIN ‘AN SITTATIN MIN SYAWWALA SUNNATAN LILLAAHI TA’AALAA.

Artinya: Saya niat berpuasa sunnah enam hari bulan Syawal sunnat karena Alloh.

Bacaan Doa Niat Puasa Bulan Rajab Hukum dan Keutamaannya

Bulan rajab adalah salah satu bulan yang sangat dimuliakan oleh Alloh yaitu bulan diisra dan dimi'rajkannya Nabi besar Muhammad yang agung tepatnya pada tanggal 27 rajab. Oleh karena isra mi'raj merupakan suatu kejadian yang amat maha dahsyat di luar nalar manusia biasa yang semua itu hanyalah kehendak Alloh yang maha kuasa dan tugas kita sebagai umat nabi adalah mengimani seluruhnya dengan sekuat-kuatnya iman.

Rajab adalah salah satu bulan yang agung, maka ada beberapa amalan sunnah di bulan ini sebagaimana yang telah dilakukan oleh Nabi Muhammad yang patut kita contoh, diantaranya adalah puasa sunnah tepatnya pada tanggal 1 sampai tanggal 10 yang pahalanya sangatlah besar.

Tata Cara Bacaan Niat dan Lafadz Takbir Shalat Idul Fitri Serta Idul Adha

Shalat Sunat Idul Fitri dan Idul Adha - Hari raya idul fitri dan idul adha adalah dua hari dalam setahun yang merupakan moment terbesar bagi umat islam yang keutamaannya sangatlah besar diantaranya diampuninya segala dosa dan kembali fitri seperti baru lahir. Idul fitri dan idul adha adalah waktunya umat islam berbahagia dan bersuka cita dengan membacakan takbir sepanjang malam mengagungkan dzat Alloh SWT.

Takbir yang bergemuruh di seluruh alam membuat hati bergetar dan tak lepas mengingat Alloh sang pencipta alam semesta. Di situ umat islam disunatkan membaca takbir sebanyak-banyaknya hingga keluar Matahari pada esok harinya menjelang shalat sunat idul fitri dan idul adha. Bahkan pada hari raya idul adha disunatkan berkurban bagi orang yang mampu dan dagingnya diberikan pada fakir miskin.

Menyembelih hewan kurban yang disertai dengan niat yang tulus akan menjadikan suatu pahala yang amat besar yang insya alloh akan kita temukan di akhirat kelak. Hal ini tak luput dari apa yang telah diajarkan oleh nabi Ibrahim as yang telah dicoba oleh Alloh untuk menyembelih anak tercinta semata wayang dan Nabi Ibrahim pun ikhlas lalu Alloh mengantinya dengan satu domba yang amat besar untuk disembelih.

Tata Cara Bacaan Niat dan Lafadz Takbir Shalat Idul Fitri Serta Idul Adha

Pada perayaan lebaran Idul adha kita diharuskan mengumandangkan takbir sebanyak-banyaknya dari sore hari tanggal 9 dzulhijjah sampai tanggal 13 hari tasyriq. Pada hari itu pula kita diharamkan berpuasa apapun bentuknya sebagai larangan dari Alloh yang harus kita tinggalkan. Pada artikel kali ini saya akan menuliskan Panduan Shalat Sunat Idul Fitri dan Idul Adha secara lengkap.

Definisi Shalat Idul Fitri
Sholat idul fitri adalah sholat 2 rakaat yang dikerjakan pada hari raya idul fitri, yaitu pada setiap tanggal 1 syawal. Sedangkan sholat idul adha,adalah shalat 2 rakaat yang dikerjakan pada hari raya idul adha, yaitu setiap taggal 10 Zulhijjah. Kedua shalat ini hukumnya sunat mu’akkad. Adapun waktu pelaksaannya adalah mulai sejak matahari terbit sampai condong ke barat.

Definisi Shalat Idul Adha
Shalat idul adha hendaknya dimulai lebih awal,karena setelah selesai shalat, umat islam yang tergolong mampu disunatkan menyembelih hewan qurban.

Tempat untuk melaksanakan sholat id ini boleh di mushalla,mesjid,tanah lapang atau tempat-tempat lainnya. Pada shalat id tidak disunatkan adzan ataupun iqamah. Untuk memulai shalat id ini, bilal cukup mengucapkan :

الـــــصـــلاة جــامــعة
ASH-SHALAATA JAAMI’AH
Artinya: “Marilah kita kerjakan shalat berjamaah!”

Pada shalat id ini segenap umat islam, laki-laki dan perempuan, besar dan kecil, tua dan muda,merdeka dan budak, banci, musafir dianjurkan untuk berkumpul (tetapi di luar mesjid atau mushalla) guna mendengarkan nasihat-nasihat (khutbah), bukan untuk ikut shalat.

Hal-hal yang sunat dilakukan pada shalat id adalah :
  1. Mandi,berpakaian yang sebaik-baiknya dan memakai wewangian.
  2. Makan sebelum berangkat shalat pada hari raya idul fitri, sedangkan pada hari raya idul adha disunatkan tidak makan apa-apa sebelum berangkat shalat.
  3. Jalan yang dilewati pada saat pergi dan pulangnya hendaklah berlainan.
  4. Shalat id dilakukan berjamaah.
  5. Takbir 7 kali pada rakaat pertama, setelah membaca doa iftitah,dan 5 kali pada rakaat kedua sebelum membaca surat Al-Fatihah (tidak termasuk takbir yang dilakukan karena berdiri dari sujud).
  6. Mengangkat kedua belah tangan setinggi bahu (ujung jari-jari sejajar dengan telinga) pada setiap takbir.
  7. Membaca tasbih sebelum takbir yang 7 kali dan 5 kali.
  8. Pada rakaat pertama  sesudah Al-Fatihah membaca surat Qaaf atau Al-A’laa dan pada rakaat kedua membaca surat Al-Qamar atau surat AL-Ghaasyiyah.
  9. Imam menyaringkan (jahar) bacaan Al-Fatihah dan surat (makmum tidak).
  10. Setelah shalat id dilakukan 2 khutbah seperti 2 khutbah jum’at. 

Perbedaannya hanyalah pada :
  • Dua khutbah id dimulai dengan membaca takbir. Pada khutbah pertama membaca takbir 9 kali berturut-turut. Sedangkan pada khutbah kedua 7 kali berturut-turut. Setelah itu baru dilanjutkan dengan membaca “Hamdallah” dan seterusnya.
  • Isi khutbah idul fitri hendaklah mengenai hikmah puasa, zakat fitrah dan anjuran untuk bersedekah guna menyantuni fakir miskin.
  • Isi khutbah idul adha hendaklah mengenai perintah ibadah haji dan berqurban serta hikmah-hikmahnya.
Disamping itu,pada hari raya idul fitri dan idul adha disunatkan untuk memperbanyak takbir yang waktunya :
  • Idul fitri : mulai sejak terbenamnya matahari pada akhir ramadhan sampai dilaksanakannya shalat id.
  • Idul adha : mulai sejak subuh hari arafah (tanggal 9 Zulhijjah) sampai waktu ashar hari tasyrik yang berakhir (tanggal 13 Zulhijjah). Pada hari raya idul adha, pada hari-hari tersebut, disunatkan takbir pada setiap selesai shalat fardhu.
Sedangkan lafadz takbir yang dibaca adalah: 

اللَّهُ أكْبَرُ اللَّهُ أكْبَرُ اللَّهُ أكْبَر لا إِلهَ إِلاَّ اللَّهُ، واللَّهُ أكْبَرُ اللَّهُ أكْبَرُ ولِلَّهِ الحَمْدُ
 اللّه أكْبَرُ كَبيراً، والحَمْدُ لِلَّهِ كَثيراً، وَسُبْحانَ اللَّهِ بُكْرَةً وأصِيلاً، لا إِلهَ إِلاَّ اللَّهُ، وَلا نَعْبُدُ إِلاَّ إِيَّاهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدينَ وَلَوْ كَرِهَ الكافِرُون، لا إِلهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، واعز جنده وَهَزَمَ الأحْزَابَ وَحْدَهُ، لا إِلهَ إِلاَّ اللَّهُ، واللَّهُ أكْبَرُ اللَّهُ أكْبَرُ ولِلَّهِ الحَمْدُ‏
ALLAHU AKBAR 3X
LAAILAAHAILLALLAHU WALLAAHU AKBAR ALLAAHU AKBAR WALILLAAHIL HAMD 3X. ALLAAHU AKBARU KABIIRAW WALHAMDU LILLAAHI KATSIIRAW WA SUBHAANALLAHIBUKRATAWWAASHILAA. LAAILAAHA ILLALLAAHU WALAA NA’BUDU ILLAA IYYAAHU MUKHLISHIINA LAHUD DIINA WALAU KARIHAL KAAFIRUN. LAA ILAAHA ILLALLAHU WAHDAH, SHADAQA WA’DAHU WANASHARA ‘ABDAHU WA A’AZZA JUNDAHU WAHAZAMAL AHZAABA WAHDAH. LAA ILAAHA ILLALLAAHU WALLAAHU AKBAR. ALLAAHU AKBARU WA LILLAAHIL HAMD.

Artiya : “Alloh Maha Besar (3x). Tidak ada Tuhan selain Alloh dan Alloh Maha Besar. Alloh Maha Besar dan segala puji milik Alloh, puji yang sebanyak-banyaknya. Dan Maha Suci Alloh, baik pagi maupun petang. Tak ada Tuhan selain Alloh, dan kami tidak menyembah selain kepada-Nya dengan ikhlas memeluk agama-Nya sekalipun orang-orang kafir benci. Tidak ada Tuhan selain Alloh sendiri, membenarkan janji-Nya, menolong hamba-Nya, memberi kemenangan kepada bala tentara-Nyadan menglahkan pasukan musuh sendirian. Tak ada Tuhan selain Alloh dan Alloh Maha Besar. Alloh Maha Besar dan milik Allohlah segala puji.”

Cara melaksanakan shalat idul fitri dan idul adha
  1. Berdiri tegak seperti shalat fardhu, lalu membaca lafal niat shalat:
  • Jika shalat idul fitri, lafaal niatnya adalah :
Jika imam niatnya:

أصلي سنة عيد الفطــر ركعتين إماما لِلَّهِ تعالي
USHALLII SUNNATA ‘IIDIL FITHRI RAK’ATAINI IMAMAN LILLAAHI TA’AALAA
Artinya: "Aku niat shalat sunnah Idul Fitri dua rakaat sebagai imam karena Allah".

Jika ma’mum niatnya:


أصلي سنة عيد الفطــر ركعتين مأموما لِلَّهِ تعالي
USHALLII SUNNATA ‘IIDIL FITHRI RAK’ATAINI MA’MUUMAN LILLAAHI TA’AALAA
Artinya: "Aku niat shalat sunnah Idul Fitri dua rakaat sebagai ma’mum  karena Allah".

Jika shalat idul adha, lafal niatnya adalah :
Jika imam niatnya:

أصلي سنة عيد الأضحي ركعتين إماما لِلَّهِ تعالي
USHALLII SUNNATA ‘IIDIL ADHAA RAK’ATAINI IMAMAN LILLAAHI TA’AALAA.
Artinya: "Aku niat shalat sunnah Idul Adha dua rakaat sebagai imam  karena Allah".

Jika ma’mum niatnya:

أصلي سنة عيد الأضحي ركعتين مأموما لِلَّهِ تعالي
USHALLII SUNNATA ‘IIDIL ADHAA RAK’ATAINI MA’MUUMAN LILLAAHI TA’AALAA.
Artinya: "Aku niat shalat sunnah Idul Adha dua rakaat sebagai ma’mum  karena Allah".

Setelah itu membaca kalimah takbir “ALLLAAHU AKBAR” sambil mengangkat kedua tangan seperti shalat fardhu  dan hatinya mengatakan :
  • Jika shalat idul fitri :
“Aku (niat) shalat sunat idul fitri 2 rakaat mengikuti imam, karena Alloh Ta’ala.”
  • Jika shalat idul adha :
“Aku (niat) shalat sunat idul adha 2 rakaat mengikuti imam, karena Alloh Ta’ala.”

Jika menjadi imam, kata “mengikuti imam” diganti dengan “menjadi imam”.
  • Setelah itu kedua tangan bersedekap dan membaca doa iftitah.
  • Setelah membaca doa iftitah, dilanjutkan dengan membaca tasbih :
سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَاَللَّهُ أَكْبَرُ

SUBHAANALLAAHI WALHAMDU LILLAHI WALAA ILAAHA ILLALLAAHU WALLAHU AKBAR.
Artinya : “Maha suci Alloh dan segala puji milik Alloh. Tak ada Tuhan selain Alloh dan Alloh Maha Besar.”
  • Setelah membaca tasbih, tangan di angkat kembali setinggi bahu sambil membaca kalimat takbir “ALLLAAHU AKBAR”.
  • Setelah itu tangan kembali bersedekap, membaca tasbih dan melakukan takbir yang kedua . Setelah itu kembali bersedekap, membaca tasbih dan melakukan takbir yang ketiga. Setelah itu kembali bersedekap, membaca tasbih dan melakukan takbir yang keempat. Setelah itu kembali bersedekap, membaca tasbih dan melakukan takbir yang kelima. Setelah itu kembali bersedekap, membaca tasbih dan melakukan takbir yang keenam. Setelah itu kembali bersedekap, membaca tasbih dan melakukan takbir yang ketujuh. Setelah itu kembali bersedekap.
  • Setelah melaksanakan 7 kali takbir, dilanjutkan dengan membaca ta’awwudz dan surat Al-Fatihah,surat atau ayat-ayat tertentu (makmum hanya membaca Al-Fatihah ) kemudian ruku,i’tidal,sujud,duduk diantara 2 sujud, dan sujud yang kedua.
  • Setelah sujud yang kedua, langsung berdiri sambil membaca  takbir tanpa mengangkat kedua tangan. Lalu bersedekap membaca tasbih (lafalnya sama dengan lafal tasbih pada rakaat pertama).
  • Setelah selesai membaca tasbih, dilakukan dengan membaca kalimat takbir “ALAAHU AKBAR” sambil mengangkat kedua tangan. Setelah itu kembali bersedekap, membaca tasbih dan melakukan takbir yang kedua. Setelah itu kembali bersedekap, membaca tasbih dan melakukan takbir yang ketiga. Setelah itu kembali bersedekap, membaca tasbih dan melakukan takbir yang keempat. Setelah itu kembali bersedekap, membaca tasbih dan melakukan takbir yang kelima. Setelah itu kembali bersedekap.
  • Setelah selesai melaksanakan 5 kali takbir, , dilanjutkan dengan membaca ta’awwudz dan surat Al-Fatihah,surat atau ayat-ayat tertentu,kemudian ruku,i’tidal,sujud,duduk diantara dua sujud,sujud yang kedua dan tasyahud akhir. Setelah itu memberi salam ke kanan dn ke kiri. Setelah selesai melaksanakan shalat id ini, dilanjutkan dengan 2 khutbah, baik dilakukan oleh imam shalat id pada saat itu,maupun oleh orang lain yang telah ditunjuk sebagai khatib. Sedangkan makmum (jamaah) mendengarkannya dengan penuh perhatian hingga selesai.

Itulah Panduan Shalat Sunat Idul Fitri dan Idul Adha yang dapat saya tulis semoga bermanfaat bagi anda dunia akhirat.

Bacaan Niat Puasa Tarwiyah & Arafah Sebelum Idul Adha

Niat Puasa Tarwiyah dan Arafah - Puasa tarwiyah dan arafah adalah salah satu puasa yang disunnahkan untuk kaum muslimin yang tidak pergi haji. Puasa tarwiyah dan arafah adalah puasa yang dilaksanakan sebelum pelaksaan ibadah haji, yakni tanggal 8 dan 9 dzulhijjah.

Puasa tarwiyah dan puasa arafah ini hukumnya sunat muakkad sebagaimana yang telah dikemukakan oleh Imam Nawawi dan sebagian besar pendapat madzhab Syafi'i. Adapun yang lebih utama ialah puasa dari mulai tanggal 1-9 dzulhijjah dengan keutamaan yang amat besar.

Adapun keutamaan niat puasa tarwiyah dan arafah idul adha diantaranya diampuninya dosa selama dua tahun, yakni tahun yang telah lalu dan tahun berikutnya. Juga Alloh SWT akan menjaga kita dari perbuatan dosa dan dijauhkannya dari api neraka.

Bacaan Niat Puasa Tarwiyah & Arafah Idul Adha Arab Latin Artinya

Inilah Bacaan Niat Puasa Hari Tarwiyah

َنَوَيتُ صَوْمَ غَــدٍ مـِنْ يَوْمِ التَّرْوِيَّةِ سُــنَّةً لله تعالى

"NAWAITU SHAUMA GHADIN MIN YAOMI AT-TARWIYATI SUNNATAN LILLAHI TA'ALA"

Artinya: "Saya berniat puasa hari tarwiyyah sunat karena Alloh ta'ala"

Inilah Bacaan Niat Puasa Hari Arafah

َنَوَيتُ صَوْمَ غَــدٍ مـِنْ يَوْمِ عـَرْفـَـةَ سُــنَّةً لله تعالى

"NAWAITU SHAUMA GHADIN MIN YAOMI ARFATA SUNNATAN LILLAHI TA'ALA"

Artinya: "Saya berniat puasa hari Arafah sunat karena Alloh ta'ala"

Itulah Niat Puasa Tarwiyah dan Arafah sebelum pelaksanaan idul adha yang sangat banyak sekali pahalanya. Seyogyanya kita semua dapat melaksanakan ibadah puasa ini juga niat puasa senin kamis  dengan niat yang ikhlas karena Alloh semata dan Alloh akan membalasnya dengan pahala yang berlipat ganda.