Panduan Shalat Doa Terlengkap

Tata Cara Bacaan Niat dan Lafadz Takbir Shalat Idul Fitri Serta Idul Adha

Shalat Sunat Idul Fitri dan Idul Adha - Hari raya idul fitri dan idul adha adalah dua hari dalam setahun yang merupakan moment terbesar bagi umat islam yang keutamaannya sangatlah besar diantaranya diampuninya segala dosa dan kembali fitri seperti baru lahir. Idul fitri dan idul adha adalah waktunya umat islam berbahagia dan bersuka cita dengan membacakan takbir sepanjang malam mengagungkan dzat Alloh SWT.

Takbir yang bergemuruh di seluruh alam membuat hati bergetar dan tak lepas mengingat Alloh sang pencipta alam semesta. Di situ umat islam disunatkan membaca takbir sebanyak-banyaknya hingga keluar Matahari pada esok harinya menjelang shalat sunat idul fitri dan idul adha. Bahkan pada hari raya idul adha disunatkan berkurban bagi orang yang mampu dan dagingnya diberikan pada fakir miskin.

Menyembelih hewan kurban yang disertai dengan niat yang tulus akan menjadikan suatu pahala yang amat besar yang insya alloh akan kita temukan di akhirat kelak. Hal ini tak luput dari apa yang telah diajarkan oleh nabi Ibrahim as yang telah dicoba oleh Alloh untuk menyembelih anak tercinta semata wayang dan Nabi Ibrahim pun ikhlas lalu Alloh mengantinya dengan satu domba yang amat besar untuk disembelih.

Tata Cara Bacaan Niat dan Lafadz Takbir Shalat Idul Fitri Serta Idul Adha

Pada perayaan lebaran Idul adha kita diharuskan mengumandangkan takbir sebanyak-banyaknya dari sore hari tanggal 9 dzulhijjah sampai tanggal 13 hari tasyriq. Pada hari itu pula kita diharamkan berpuasa apapun bentuknya sebagai larangan dari Alloh yang harus kita tinggalkan. Pada artikel kali ini saya akan menuliskan Panduan Shalat Sunat Idul Fitri dan Idul Adha secara lengkap.

Definisi Shalat Idul Fitri
Sholat idul fitri adalah sholat 2 rakaat yang dikerjakan pada hari raya idul fitri, yaitu pada setiap tanggal 1 syawal. Sedangkan sholat idul adha,adalah shalat 2 rakaat yang dikerjakan pada hari raya idul adha, yaitu setiap taggal 10 Zulhijjah. Kedua shalat ini hukumnya sunat mu’akkad. Adapun waktu pelaksaannya adalah mulai sejak matahari terbit sampai condong ke barat.

Definisi Shalat Idul Adha
Shalat idul adha hendaknya dimulai lebih awal,karena setelah selesai shalat, umat islam yang tergolong mampu disunatkan menyembelih hewan qurban.

Tempat untuk melaksanakan sholat id ini boleh di mushalla,mesjid,tanah lapang atau tempat-tempat lainnya. Pada shalat id tidak disunatkan adzan ataupun iqamah. Untuk memulai shalat id ini, bilal cukup mengucapkan :

الـــــصـــلاة جــامــعة
ASH-SHALAATA JAAMI’AH
Artinya: “Marilah kita kerjakan shalat berjamaah!”

Pada shalat id ini segenap umat islam, laki-laki dan perempuan, besar dan kecil, tua dan muda,merdeka dan budak, banci, musafir dianjurkan untuk berkumpul (tetapi di luar mesjid atau mushalla) guna mendengarkan nasihat-nasihat (khutbah), bukan untuk ikut shalat.

Hal-hal yang sunat dilakukan pada shalat id adalah :
  1. Mandi,berpakaian yang sebaik-baiknya dan memakai wewangian.
  2. Makan sebelum berangkat shalat pada hari raya idul fitri, sedangkan pada hari raya idul adha disunatkan tidak makan apa-apa sebelum berangkat shalat.
  3. Jalan yang dilewati pada saat pergi dan pulangnya hendaklah berlainan.
  4. Shalat id dilakukan berjamaah.
  5. Takbir 7 kali pada rakaat pertama, setelah membaca doa iftitah,dan 5 kali pada rakaat kedua sebelum membaca surat Al-Fatihah (tidak termasuk takbir yang dilakukan karena berdiri dari sujud).
  6. Mengangkat kedua belah tangan setinggi bahu (ujung jari-jari sejajar dengan telinga) pada setiap takbir.
  7. Membaca tasbih sebelum takbir yang 7 kali dan 5 kali.
  8. Pada rakaat pertama  sesudah Al-Fatihah membaca surat Qaaf atau Al-A’laa dan pada rakaat kedua membaca surat Al-Qamar atau surat AL-Ghaasyiyah.
  9. Imam menyaringkan (jahar) bacaan Al-Fatihah dan surat (makmum tidak).
  10. Setelah shalat id dilakukan 2 khutbah seperti 2 khutbah jum’at. 

Perbedaannya hanyalah pada :
  • Dua khutbah id dimulai dengan membaca takbir. Pada khutbah pertama membaca takbir 9 kali berturut-turut. Sedangkan pada khutbah kedua 7 kali berturut-turut. Setelah itu baru dilanjutkan dengan membaca “Hamdallah” dan seterusnya.
  • Isi khutbah idul fitri hendaklah mengenai hikmah puasa, zakat fitrah dan anjuran untuk bersedekah guna menyantuni fakir miskin.
  • Isi khutbah idul adha hendaklah mengenai perintah ibadah haji dan berqurban serta hikmah-hikmahnya.
Disamping itu,pada hari raya idul fitri dan idul adha disunatkan untuk memperbanyak takbir yang waktunya :
  • Idul fitri : mulai sejak terbenamnya matahari pada akhir ramadhan sampai dilaksanakannya shalat id.
  • Idul adha : mulai sejak subuh hari arafah (tanggal 9 Zulhijjah) sampai waktu ashar hari tasyrik yang berakhir (tanggal 13 Zulhijjah). Pada hari raya idul adha, pada hari-hari tersebut, disunatkan takbir pada setiap selesai shalat fardhu.
Sedangkan lafadz takbir yang dibaca adalah: 

اللَّهُ أكْبَرُ اللَّهُ أكْبَرُ اللَّهُ أكْبَر لا إِلهَ إِلاَّ اللَّهُ، واللَّهُ أكْبَرُ اللَّهُ أكْبَرُ ولِلَّهِ الحَمْدُ
 اللّه أكْبَرُ كَبيراً، والحَمْدُ لِلَّهِ كَثيراً، وَسُبْحانَ اللَّهِ بُكْرَةً وأصِيلاً، لا إِلهَ إِلاَّ اللَّهُ، وَلا نَعْبُدُ إِلاَّ إِيَّاهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدينَ وَلَوْ كَرِهَ الكافِرُون، لا إِلهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، واعز جنده وَهَزَمَ الأحْزَابَ وَحْدَهُ، لا إِلهَ إِلاَّ اللَّهُ، واللَّهُ أكْبَرُ اللَّهُ أكْبَرُ ولِلَّهِ الحَمْدُ‏
ALLAHU AKBAR 3X
LAAILAAHAILLALLAHU WALLAAHU AKBAR ALLAAHU AKBAR WALILLAAHIL HAMD 3X. ALLAAHU AKBARU KABIIRAW WALHAMDU LILLAAHI KATSIIRAW WA SUBHAANALLAHIBUKRATAWWAASHILAA. LAAILAAHA ILLALLAAHU WALAA NA’BUDU ILLAA IYYAAHU MUKHLISHIINA LAHUD DIINA WALAU KARIHAL KAAFIRUN. LAA ILAAHA ILLALLAHU WAHDAH, SHADAQA WA’DAHU WANASHARA ‘ABDAHU WA A’AZZA JUNDAHU WAHAZAMAL AHZAABA WAHDAH. LAA ILAAHA ILLALLAAHU WALLAAHU AKBAR. ALLAAHU AKBARU WA LILLAAHIL HAMD.

Artiya : “Alloh Maha Besar (3x). Tidak ada Tuhan selain Alloh dan Alloh Maha Besar. Alloh Maha Besar dan segala puji milik Alloh, puji yang sebanyak-banyaknya. Dan Maha Suci Alloh, baik pagi maupun petang. Tak ada Tuhan selain Alloh, dan kami tidak menyembah selain kepada-Nya dengan ikhlas memeluk agama-Nya sekalipun orang-orang kafir benci. Tidak ada Tuhan selain Alloh sendiri, membenarkan janji-Nya, menolong hamba-Nya, memberi kemenangan kepada bala tentara-Nyadan menglahkan pasukan musuh sendirian. Tak ada Tuhan selain Alloh dan Alloh Maha Besar. Alloh Maha Besar dan milik Allohlah segala puji.”

Cara melaksanakan shalat idul fitri dan idul adha
  1. Berdiri tegak seperti shalat fardhu, lalu membaca lafal niat shalat:
  • Jika shalat idul fitri, lafaal niatnya adalah :
Jika imam niatnya:

أصلي سنة عيد الفطــر ركعتين إماما لِلَّهِ تعالي
USHALLII SUNNATA ‘IIDIL FITHRI RAK’ATAINI IMAMAN LILLAAHI TA’AALAA
Artinya: "Aku niat shalat sunnah Idul Fitri dua rakaat sebagai imam karena Allah".

Jika ma’mum niatnya:


أصلي سنة عيد الفطــر ركعتين مأموما لِلَّهِ تعالي
USHALLII SUNNATA ‘IIDIL FITHRI RAK’ATAINI MA’MUUMAN LILLAAHI TA’AALAA
Artinya: "Aku niat shalat sunnah Idul Fitri dua rakaat sebagai ma’mum  karena Allah".

Jika shalat idul adha, lafal niatnya adalah :
Jika imam niatnya:

أصلي سنة عيد الأضحي ركعتين إماما لِلَّهِ تعالي
USHALLII SUNNATA ‘IIDIL ADHAA RAK’ATAINI IMAMAN LILLAAHI TA’AALAA.
Artinya: "Aku niat shalat sunnah Idul Adha dua rakaat sebagai imam  karena Allah".

Jika ma’mum niatnya:

أصلي سنة عيد الأضحي ركعتين مأموما لِلَّهِ تعالي
USHALLII SUNNATA ‘IIDIL ADHAA RAK’ATAINI MA’MUUMAN LILLAAHI TA’AALAA.
Artinya: "Aku niat shalat sunnah Idul Adha dua rakaat sebagai ma’mum  karena Allah".

Setelah itu membaca kalimah takbir “ALLLAAHU AKBAR” sambil mengangkat kedua tangan seperti shalat fardhu  dan hatinya mengatakan :
  • Jika shalat idul fitri :
“Aku (niat) shalat sunat idul fitri 2 rakaat mengikuti imam, karena Alloh Ta’ala.”
  • Jika shalat idul adha :
“Aku (niat) shalat sunat idul adha 2 rakaat mengikuti imam, karena Alloh Ta’ala.”

Jika menjadi imam, kata “mengikuti imam” diganti dengan “menjadi imam”.
  • Setelah itu kedua tangan bersedekap dan membaca doa iftitah.
  • Setelah membaca doa iftitah, dilanjutkan dengan membaca tasbih :
سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَاَللَّهُ أَكْبَرُ

SUBHAANALLAAHI WALHAMDU LILLAHI WALAA ILAAHA ILLALLAAHU WALLAHU AKBAR.
Artinya : “Maha suci Alloh dan segala puji milik Alloh. Tak ada Tuhan selain Alloh dan Alloh Maha Besar.”
  • Setelah membaca tasbih, tangan di angkat kembali setinggi bahu sambil membaca kalimat takbir “ALLLAAHU AKBAR”.
  • Setelah itu tangan kembali bersedekap, membaca tasbih dan melakukan takbir yang kedua . Setelah itu kembali bersedekap, membaca tasbih dan melakukan takbir yang ketiga. Setelah itu kembali bersedekap, membaca tasbih dan melakukan takbir yang keempat. Setelah itu kembali bersedekap, membaca tasbih dan melakukan takbir yang kelima. Setelah itu kembali bersedekap, membaca tasbih dan melakukan takbir yang keenam. Setelah itu kembali bersedekap, membaca tasbih dan melakukan takbir yang ketujuh. Setelah itu kembali bersedekap.
  • Setelah melaksanakan 7 kali takbir, dilanjutkan dengan membaca ta’awwudz dan surat Al-Fatihah,surat atau ayat-ayat tertentu (makmum hanya membaca Al-Fatihah ) kemudian ruku,i’tidal,sujud,duduk diantara 2 sujud, dan sujud yang kedua.
  • Setelah sujud yang kedua, langsung berdiri sambil membaca  takbir tanpa mengangkat kedua tangan. Lalu bersedekap membaca tasbih (lafalnya sama dengan lafal tasbih pada rakaat pertama).
  • Setelah selesai membaca tasbih, dilakukan dengan membaca kalimat takbir “ALAAHU AKBAR” sambil mengangkat kedua tangan. Setelah itu kembali bersedekap, membaca tasbih dan melakukan takbir yang kedua. Setelah itu kembali bersedekap, membaca tasbih dan melakukan takbir yang ketiga. Setelah itu kembali bersedekap, membaca tasbih dan melakukan takbir yang keempat. Setelah itu kembali bersedekap, membaca tasbih dan melakukan takbir yang kelima. Setelah itu kembali bersedekap.
  • Setelah selesai melaksanakan 5 kali takbir, , dilanjutkan dengan membaca ta’awwudz dan surat Al-Fatihah,surat atau ayat-ayat tertentu,kemudian ruku,i’tidal,sujud,duduk diantara dua sujud,sujud yang kedua dan tasyahud akhir. Setelah itu memberi salam ke kanan dn ke kiri. Setelah selesai melaksanakan shalat id ini, dilanjutkan dengan 2 khutbah, baik dilakukan oleh imam shalat id pada saat itu,maupun oleh orang lain yang telah ditunjuk sebagai khatib. Sedangkan makmum (jamaah) mendengarkannya dengan penuh perhatian hingga selesai.

Itulah Panduan Shalat Sunat Idul Fitri dan Idul Adha yang dapat saya tulis semoga bermanfaat bagi anda dunia akhirat.

Bacaan Niat Puasa Tarwiyah & Arafah Sebelum Idul Adha

Niat Puasa Tarwiyah dan Arafah - Puasa tarwiyah dan arafah adalah salah satu puasa yang disunnahkan untuk kaum muslimin yang tidak pergi haji. Puasa tarwiyah dan arafah adalah puasa yang dilaksanakan sebelum pelaksaan ibadah haji, yakni tanggal 8 dan 9 dzulhijjah.

Puasa tarwiyah dan puasa arafah ini hukumnya sunat muakkad sebagaimana yang telah dikemukakan oleh Imam Nawawi dan sebagian besar pendapat madzhab Syafi'i. Adapun yang lebih utama ialah puasa dari mulai tanggal 1-9 dzulhijjah dengan keutamaan yang amat besar.

Adapun keutamaan niat puasa tarwiyah dan arafah idul adha diantaranya diampuninya dosa selama dua tahun, yakni tahun yang telah lalu dan tahun berikutnya. Juga Alloh SWT akan menjaga kita dari perbuatan dosa dan dijauhkannya dari api neraka.

Bacaan Niat Puasa Tarwiyah & Arafah Idul Adha Arab Latin Artinya

Inilah Bacaan Niat Puasa Hari Tarwiyah

َنَوَيتُ صَوْمَ غَــدٍ مـِنْ يَوْمِ التَّرْوِيَّةِ سُــنَّةً لله تعالى

"NAWAITU SHAUMA GHADIN MIN YAOMI AT-TARWIYATI SUNNATAN LILLAHI TA'ALA"

Artinya: "Saya berniat puasa hari tarwiyyah sunat karena Alloh ta'ala"

Inilah Bacaan Niat Puasa Hari Arafah

َنَوَيتُ صَوْمَ غَــدٍ مـِنْ يَوْمِ عـَرْفـَـةَ سُــنَّةً لله تعالى

"NAWAITU SHAUMA GHADIN MIN YAOMI ARFATA SUNNATAN LILLAHI TA'ALA"

Artinya: "Saya berniat puasa hari Arafah sunat karena Alloh ta'ala"

Itulah Niat Puasa Tarwiyah dan Arafah sebelum pelaksanaan idul adha yang sangat banyak sekali pahalanya. Seyogyanya kita semua dapat melaksanakan ibadah puasa ini juga niat puasa senin kamis  dengan niat yang ikhlas karena Alloh semata dan Alloh akan membalasnya dengan pahala yang berlipat ganda.

Bacaan Doa Buka Puasa Yang Benar Arab Latin & Terjemah

Bacaan Doa Berbuka Puasa - Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah yang semua amalan di bulan ini akan dilipatgandakan. Bulan suci yang hanya satu tahun sekali kita melaksanakannya maka hendaknya kita manfaatkan momentum ini senantiasa untuk selalu beribadah kepada Alloh SWT. Semua kebaikan yang kita lakukan hendaknya dimulai dengan niat yang ikhlas

Berbuka puasa adalah hal yang sangat menggembirakan bagi segenap kaum muslimin yang melaksanakan puasa. Tidak hanya sekedar makan dan minum, tapi juga menjadi suatu ibadah yang pahalanya sangat besar di bulan Ramadhan. Oleh karena makan dan minum supaya menjadi nilai ibadah, maka hendaklah kita melaksanakannya pun harus dengan etika seperti yang diajarkan Rasul.

Salah satu yang menjadi sunnan Nabi ialah membaca doa sebelum kita berbuka puasa dan jangan menunda-nunda waktu berbuka juga awali makanan dengan yang manis-manis terutama buah kurma yang amat banyak sekali manfaat yang terkandung di dalamnya. Diantaranya untuk mengembalikan kekuatan tubuh yang seharian lemah karena kita puasa ramadhan.

Doa Buka Puasa Yang Benar Arab Latin & Terjemah



اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

ALLAAHUMMA LAKASUMTU WABIKA AAMANTU WA'ALAA RIZQIKA AFTHORTU BIROHMATIKA YAA ARHAMAR ROOHIMIIN.

Artinya : "Ya Allah keranaMu aku berpuasa, dengan Mu aku beriman, kepadaMu aku berserah dan dengan rezekiMu aku berbuka (puasa), dengan rahmat MU, Ya Allah Tuhan Maha Pengasih".

Itulah Doa Berbuka Puasa yang benar yang dapat kami tuliskan untuk anda semoga bermanfaat. Semoga di bulan ramadhan ini kita semua senantiasa diberikan kekuatan untuk menjalankan puasa sebaik-baiknya. Jangan lupa Niat Puasa Wajib Ramadhan di malam hari untuk keabsahan puasa kita.

Hikmah Syarat dan Doa Bulan Puasa Ramadhan

Hikmah Puasa Wajib Ramadhan - Bulan puasa ramadhan adalah bulan yang penuh hikmah dan ampunan, maka tak heran kalau bulan ini paling banyak dinantikan umat islam di seantero jagat raya sebagai wujud kecintaan kita kepada bulan agung yang sangat dimuliakan oleh Alloh SWT. Bahkan Rasul tercinta pernah berkata "Barangsiapa yang bergembira menyambut datangnya bulan Ramadhan, maka akan masuk surga".

Sejatinya hakikat puasa adalah membersihkan diri dari sifat tercela agar amalan puasa bisa diaplikasikan di dalam kehidupan sehari-hari. Hakikat puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tapi menahan hawa nafsu yang merusak amaliah dan amalan puasa itu sendiri. Rasul telah menggambarkan bahwa di akhir zaman banyak orang berpuasa tapi hanya sebatas lapar dan haus.

Dapat kita fahami dari perkataan rasul di atas, bahwa puasa yang sebenarnya adalah puasa dzahir dan bathin, menahan hawa nafsu yang merusak pahala bahkan membatalkan puasa itu sendiri. Diantaranya kita harus menjaga lisan dari mencela, menggunjing dan berkata kasar. Juga yang tak kalah penting adalah menjaga hati dan membersihkannya dari segala penyakit hati seperti hasud, sum'ah, riya, sombong dan lainnya.


Berikut beberapa manfaat puasa Ramadhan yaitu :
  1. Puasa ramadhan sebulan penuh hakikanya adalah untuk kesehatan organ pencernaan kita selama satu tahun tida berhenti mengunyah makanan, maka saat inilah kita mengistirahatkannya. Rasul bersabda “ Berpuasalah kamu, maka kamu sehat”
  2. Dengan berpuasa maka tubuh kita akan seteril dan bersih kembali dari kotoran dan racun. Artinya dengan berpuasa itu adalah proses detoksifikasi alamiah untuk membersihkan racun-racun dalam tubuh, membakar kalori yang berlebihan, dan menjaga metabolisme dalam tubuh tetap seimbang.
  3. Menjaga emosi dalam diri kita agar senantiasa tetap stabil dan terkontrol dengan baik. Dengan kondisi emosi yang semakin rileks dan terkendali maka berguna untuk menurunkan kolesterol dari lemak protein berkepadatan rendah yang menimbulkan penyakit berat seperti jantung, stroke, rusak pembuluh darah dan lain-lain.
  4. Puasa memberikan efek positif untuk menurunkan kadar gula darah, kolesterol dan mengendalikan tekanan darah. Dengan demikian, puasa adalah obat mujarab bagi penderita diabetes, kolesterol tinggi, obesitas dan darah tinggi.

Berikut hikmah puasa bulan Ramadhan:
  1. Hikmah berpuasa sebagai mana hadits yang diriwayatkan imam Bukhari dan Muslim adalah salah satunya ialah diampuninya dosa selama satu tahun penuh.
  2. Melatih disiplin waktu di siang hari. Yaitu dengan keadaan tubuh kita lemas supaya tetap fit maka waktu harus diatur dengan istirahat yang cukup. Bagun sahur mengajarkan kita untuk senantiasa terbiasa bangun pagi agar kita tetap sehat.
  3. Menjaga keseimbangan hidup. Sebagai hamba Alloh yang beriman kita semua senantiasa diperintahkan untuk patuh pada semua yang diperintahkan-Nya. Namun banyak pula yang tak menghiraukan dengan perintah puasa ini padahal pada bulan ini semua amalan yang baik akan dilipatgandakan pahalanya oleh Alloh.
  4. Dengan puasa akan mempererat tali silaturrahmi antara sesame diantaranya dengan adanya buka bersama di masjid-mesjid dan berbagi rizqi bagi saudara kita yang kurang mampu.
  5. Dengan berpuasa kita akan terhindar dari berbuat dosa yang membatalkan dan mengurangi pahala puasa itu sendiri karena puasa mengurangi hawa nafsu yang berlebihan dalam diri kita.
  6. Puasa mengjarkan kita hidup sederhana meskipun kita serba ada. Ketika adzan maghrib berkumandang kita semua makan secukupnya saja karena berlebihan hanyalah hawa nafsu saja.



Niat puasa ramadhan