Cara Shalat Sunat Wudhu dan Niat Lengkap


Advertisement
Advertisement
Tata Cara Shalat Sunat Wudhu - Shalat sunat merupakan  ajaran yang dicontohkan dan dilaksanakan oleh Rasululloh SAW.  Kita sebagai umatnya sudah selayaknya mengikuti jejek Rosul dari mulai perkataan, perbuatan dan bahkan diamnya yang merupakan anjuran yang tidak memaksa. Artinya yang namanya perbuatan yang tergolong sunat maka ada pahala yang amat besar kalau kita melaksanakannya, dan tidak ada siksaan jikalau kita meninggalkannya.

Hal ini tentunya bermacam-macam anjuran yang hukumnya mengikat, dalam sunat juga ada yang sifatnya mengikat dan hampir mendekati fardhu yaitu sunat muakkad. Pada kesempatan ini saya akan menuliskan tata cara shalat sunat wudhu yang biasa rasul kerjakan selepas berwudhu, makanya shalat ini disebut shalat sunat wudhu. Setiap amalan akan semakin terasa sempurna dan bermakna jikalau dikerjakan dengan niat ibadah.

Cara Shalat Sunat Wudhu dan Niat Lengkap

Definisi Shalat Sunat Wudhu

Shalat wudhu adalah shalat 2 rakaat yang dikerjakan setelah selesai berwudhu, sebelum mengerjakan shalat lainnya. Antara wudhu dan shalat wudhu hendaklah tidak berselang lam. Shalat wudhu ini hukumnya sunat.

Adapun cara pelaksanaannya sama dengan shalat  fardhu, baik gerakan maupun bacaannya. Perbedaannya hanyalah pada niat.

Niat Shalat Sunat Wudhu:

اصلي سنـــة الوضـــوء ركــعتين لله تعــالى
 
USHALLII SUNNATAL WUDHUU’I RAK’ATAINI LILLAHI TA’ALAA.

Artinya:  “aku (niat) shalat sunat wudhu 2 rakaat, karena Allah taala.”

Adapun surat yang harus dibaca boleh surat apa saja yang dikehendaki. Akan tetapi sebaiknya dibaca surat berikut:

a.    Pada rakaat pertama sesudah Al-Fatihah dibaca sebagian dari ayat 64 surat An-Nisaa’, yaitu:

وَلَوْ أَنَّهُمْ إِذْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ جَاءُوكَ فَاسْتَغْفَرُوا اللَّهَ وَاسْتَغْفَرَ لَهُمُ الرَّسُولُ لَوَجَدُوا اللَّهَ تَوَّابًا رَحِيمًا
Artinya: “Sesungguhnya jika mereka, ketika menganiaya diri mereka sendiri, dating kepadamu, lalu memohon ampunan kepada Allah, dan Rasulpun memohon ampun kepada mereka, tentulah mereka akan mendapati Allah Maha Pengampun lagi MAha Penyayang.”

Setelah itu membaca surat Al-Kaafiruun.

b.    Pada rakaat kedua sesudah surat Al-Fatihah dibaca ayat 110 surat An-Nisaa’ yaitu:

وَمَنْ يَعْمَلْ سُوءًا أَوْ يَظْلِمْ نَفْسَهُ ثُمَّ يَسْتَغْفِرِ اللَّهَ يَجِدِ اللَّهَ غَفُورًا رَحِيمًا
Atrinya: “Dan barang siapa berbuat kejahatan atau menganiaya dirinya sendiri,kemudian ia memohon ampunan Allah, pasti ia akan mendapati Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”

Itulah cara melaksanakan shalat wudhu dan niatnya yang bisa saya sampaikan semoga bermanfaat dan kita semua bisa melaksanakannya sesuai dengan apa yang telah diajarkan oleh rasulullah SAW. Jika anda menginginkan petunjuk yang baik dari Alloh baik itu merupakan petunjuk dohir dan bathin maka sebaiknya anda shalat istikharah dengan benar insya alloh ada petunjuk dari Alloh.


Advertisement