Cara Pelaksanaan Niat dan Doa Sholat Sunat Istisqa


Advertisement
Advertisement
Tata Cara Shalat Istisqa Lengkap - Shalat istisqa adalah shalat sunat dua rakaat yang dikerjakan untuk memohon turunnya hujan. Shalat istisqa dikerjakan ketka trejadi kemarau panjang sehingga tak ada air sama sekali, dan tumbuhan, hewan dn manusia sangat kekurangan air, atau ada air tetapi sangat sedikit, sehingga tak mencukupi.

Di Indonesia atau mungkin negara-negara lain pasti ada saat dimana musim kemarau datang dan terjadi kekeringan, Islam sudah memberikan beberapa solusi dan ajaran untuk menghadapi musibah ini yaitu dengan Cara Niat Sholat Istisqa Serta Doa atau sholat meminta hujan, dibawah ini adalah beberapa tatacara, do'a dan hadits2 tentang sholat istisqa'. berikut adalah ulasannya.

Agar doa kita cepat di ijabah oleh Alloh maka hendaknya kita melaksanakan puasa dahulu 3 hari sebelum kita melaksanakan shalat sunat istisqa dan senantiasa kita perbanyak membaca istigfar dan bertaubat kepada Alloh karena hakikatnya yang menurunkan hujan dan adanya musim kemarau yang panjang adalah atas kehendak Alloh. Maka mintalah kepada-Nya.

Cara Pelaksanaan Niat dan Doa Sholat Sunat Istisqa

Untuk memohon turunnya hujan, ada tiga cara yang dapat dilakukan, yaitu:
  1. Berdoa saja, baik sendiri-sendiri maupun bersama-sama
  2. Berdoa pada setiap selesai shalat fardhu atau dalam khutbah jumat
  3. Mengerjakan shalat sunat 2 rakaat (shalat Istisqa)
Cara yang terakhir inilah yang paling baik dilakukan. Waktu pelaksanaan shalat istisqa tidak ditentukan. Tapi biasanya dikerjakan pagi hari seperti shalat id. Hukumnya sunat muakad.
Sebelum shalat istisqa dikerjakan, seorang imam hendaknya memerintahkan masyarakat untuk :
  • Berpuasa 4 hari berturut-turut, karena doa orang yang berpuasa tak akan di tolak.
  • Menjauhkan kezaliman, dan taubat dari kemaksiatan, karena kedua hal inilah yang menjadi penyebab tertahannya air dari langit.
  • Banyak berbuat baik dan bersedekah, karena hal ini akan memperbesar kemungkinan diterimanya doa
  • Pada hari keempat keluar menuju temat shalat (tanah lapang) dengan mengajak anak-anak, orang-orang tua, dan binatang ternak, dengan terlebih dahulu mandi, bersiwak bersuci, dan mengenakan pakaian yang sederhana, tidak memakai wewangian, berjalan dengan tenang dan rendah hati.

Shalat istisqa dikerjakan tenpa didahului dengan adzan atau iqomah, pada saat memulai shalat ini bilal cukkup menyerukan;
اَلصَّلاَةُ جَامِعَةً
Artinya: “Mari kita kerjakan shalat berjamaah”

Cara pelaksanaan

Cara pelaksanaan shalat istsqa sama dengan cara pelaksanaan shalat id, yaitu dengan melakukan takbir 7kali pada rakaat pertama, dan 5 kali pada rakaat kedua dengan mengangkat kedua tangan setinggi bahu, dan setelah itu dilakukan 2 khutbah (Khutbah ini boleh juga dilakukan sebelum shalat).
Lafadz Niat shalat Istisqa

اُصَلِّى سُنَّةَ اْلِاسْتِسْقَاءِ رَكْعَتَيْنِ مَأمُوْمًالِلَّهِ تَعَالَى

Artinya: “Aku (niat) shalat sunat 2 rakaat, mengikuti imam karena Alloh Ta’ala”.

Jika menjadi imam maka kata “Ma’muuman” diganti dengan kata “Imaaman” (menjadi imam)
Surat yang dibaca boleh surat apa saja yang dikehendaki, akan tetapi sebaiknya pada rakaat pertama sesudah Al- Fatihah dibaca surat Al-a’laa, dan pada rakaat kedua surat Al-Ghaasyiyah. Bacaan ini di jaharkan, seperti pada shalat Id.

Setelah selesai shalat, dilanjut dengan 2 khutbah. Rukun dan syarat 2 khutbah istisqa ini sama dengan 2 khutbah id.

Dalam khutbah shalat istisqa ada beberapa ketentuan yang perlu diperhatikan, yaitu:
  • Khotib disunatkan memakai selendang (sorban)
  • Khutbah pertama dimulai dengan membaca istighfar 9x dan pada khutbah kedua 7x. 
  • Isi hutbah hendaklah berupa anjuran agar jamaah dan masyarakat bertaubat dan memperbanyak istighfar, serta merendahkan diri di hadapanAlloh, yakin bahwa permohonan mereka akan dikabulkan.
  • Ketika berdoa hendaklah kedua tangan diangkat lebih tinggi dari biasanya
  • Khatib hendaklah mmemperbanyak membaca doa dan istighfar dan membaca pula surat Nuh ayat 10 dan 11.
  • Pada khhutbah kedua, ketika sedang berdoa. Khatib hendaklah memindahkan letakk selendangnya dari kanan ke kiri dan yang diatas menjadi di bawah, sambil berpaling kearah kiblat.
  • Dalam berdoa khatib hendaklah mengeraskan dan merendahkan suaranya. Pada saat khatib mengeraskan suranya, makmum mengucapkan “Amin”. Sedangkan pada saat khatib merendahkan suranya, makmum ikut berdoa dengan suara rendah. 
Bacaan Do'a

Doa yang dibaca, baik dalam khutbah mapun diluar khutbah diantaranya adalah:

اَللَّهُمَ اجْعَلْهَا سُقْيَارَحْمَةٍ وَلاَتَجْعَلْهَا سُقْيَاعَذَابٍ وَلَ مَحْقٍ وَلَ بَلاَءِ وَلَاهَدْمٍ وَلَاغَرْقٍ .

Artinya: “ Wahay Alloh! Jadikanlah hujan itu hujan yang memberi rahmat, jangan engkau jadiksn hujan yang menjadi azab, bukan hujan yang membinasakan, bukan hujan yang menimbulkan bahaya, bukan hujan yang menghancurkan, dan bukan pula hujan yang menenggelamkan.”

Itulah Tata cara pelaksaan shalat sunat istisqa yang dapat kami tuliskan, semoga bermanfaat bagi kita semua. Jangan lupa untuk mengunjungi Cara Shalat Idul Fitri yang sangat lengkap dengan doa dan bacaan takbir untuk memudahkan anda mencari sumber referensi yang ada.


Advertisement